Fiksi

AKU MENUNGGUMU MENGUNGKAPKANNYA

Ku kira rindu itu baik ternyata aku salah

Jika kata Dilan “Rindu itu berat kamu tidak akan kuat, Biar aku saja”

Lain denganku “Rindu itu menyesakkan, Hingga aku pun muak dengan rindu ini”

Aku tau dia merindukanku tapi dia selalu menutupinya

Dan bodohnya aku pun juga begitu

Prasangka – prasangka di zaman milenial ini sangat memuakkan

Aku rindu dia yang dulu

Bila rindu dia mudah menyatakan

Bila rindu dia tidak pernah penuh pertimbangan

Dan bodohnya aku pun juga begitu. Tergerus oleh prasangka

Tapi setelah ku pikir – pikir

Aku rasa bukan zaman yang menggerus perasaan seseorang

Tapi luka, Luka lama yang membuat kita trauma akan rasa itu

Rasa yang dulu menggebu – gebu dan sulit untuk dikendalikan

Rasa yang tidak terhalang dengan rasa ketakutan pada diri sendiri

Aku tau ini sulit dan butuh proses penyesuaian

Tapi aku muak menunggu

Muak menunggu dia untuk memulai

Rasanya inginku berpaling

Tapi sulit

Tatapan itu dan senyum itu

Aku menginginkannya dari siapa pun

Menginginkan itu menjadi milikku seutuhnya

Aku tidak tahu sampai kapan harus menunggu

Menunggu kamu yakin terhadapku

Ingin ku menangis, Memohon kepadamu

Dan berteriak percayalah kepadaku

Aku tidak seperti apa yang kamu takutkan

Tapi aku sadar, Aku harus bersabar

Bersabar menunggumu percaya

Tapi sampai kapan?

Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close